Perayaan Natal di AJB Bumiputera 1912 Cabang Toraja – Enrekang,20 Desember 2011

PESAN NATAL TAHUN 2011

Pesan Natal Bersama Keluarga  AJB Bumiputera 1912 Toraja – Enrekang – Tahun 2011“ Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar” ( Yes.9:1a)

Bpk-Ibu  ,Saudara Saudari yang terkasih

Segenap    Bumiputerawan-Bumiputerawati dan Undangan  serta Keluarga yang hadir pada hari ini.

Salam Sejahtera dalam kasih Tuhan untuk kita semua.-

Tanpa terasa kita sudah berada dalam suasana perayaan Kedatangan  Almasih – Putera Maryam Yang Kudus dan Suci di penghujung tahun  ini.

Jemaah Natal di Hotel Pison Rantepao

Tentu saja yang dimaksud dengan     tema ini adalah; bagaimanapun juga di Toraja ini  Bumiputerawan Bumiputerawati bagi pemeluk Kristianilah penerus terang  yang besar itu  dengan  melakukan tindakan dan perbuatan  sebab  pun khotbah dan pembicaraan saja kehidupan itu tidak akan lebih mulia dan bermakna.-

Kehidupan yang kita lakoni  atau jalani sehari hari adalah  urutan urutan dan rangkaian rangkaian perbuatan bercampur antara kata kata, gerakan tubuh dan intonasi kalimat disana sini serta juga penggunaan teknologi HP yang tidak ter elakkan  computer dan lain lain  didalam kita ber interaksi dengan sesama serta juga  dengan menghormati keyakinan masing masing berdoa dan  berharap hanya kepada Tuhan agar kehidupan  di dunia ini menjadi selamat dan kelak di Dunia yang kekal kelak pun selamat. Atas semua itu  diperlukan… ketulusan dan keikhlasan dan kerendahan hati.

Pendeta Naomi Paembonan memberikan khotbah Natal

Dalam pesan Natal bersama ini  hendaklah  kita mengingat akan kedatangan Putera Maryam Yang Kudus dan Suci   akan point point penting dalam setiap yang tersurat dan tersirat dalam kejadian itu yaitu :

Sederhana dan bersahaja :  sebagaimana sederhananya  kandang domba  tempat Kelahiran Almasih itu . sehingga tentu saja  kita dalam hidup  sehari hari lebih menekankan pentingnya kesederhanaan dan tidak mengejar kemewahan dan  kemegahan dunia ini.Jadi mari bertindak dan mengelola  tingkah laku harian kita  yang mencontohkan kesederhanaan   dengan begitu kita dapat memahami kesederhanaan itu jauh lebih hemat dan menguntungkan.

Pun begitu keniscayaan akan kemuliaan kesederhanaan ini telah mulai banyak ditinggalkan oleh banyak orang dan sekarang  bisa menjadi tinggal kata kata pemanis.

Kacab.Samiun memberikan sambutan pesan Natal
  • Rajin dan giat :  sebab bagaimanapun juga pekerjaan seorang Bumiputerawan Bumiputerawati dalam mencari kehidupan yang halal dan ber berkah mestilah dilakukan dengan rajin dan giat dan tentu saja dengan begitu  menjadi seperti para gembala yang rajin  dan giat “ cepat cepat  berangkat dan menjumpai Maria,Yusuf dan bayi itu (luk 2: 5-7 ).
  • Tanpa membeda bedakan : sebabagiamana kanak kanak Almasih -Putera Maryam yang Kudus  juga menerima para majus dari Timur ( penyembah Matahari )  seperti adanya,apapun warna kulit mereka dan  apapun yang menjadi  persembahan  mereka masing masing. Begitu pun  di Bumiputera yang banyak  suku bangsa dan keyakinan mestilah kita senantiasa menjaga toleransi dan menghormati sebab begitulah yang dianjurkan oleh semua  Agama yaitu keteduhan dan kedamaian serta keselamatan.

Bpk Ibu Tamu Undangan dan Bumiputerawan Bumiputerawati terkasih.-

Hampir Delapan ratus Tahun  Nabi Yesaya  sebelum kedatangan Almasih Putera Maryam Yang Kudus  lalu  sabdanya “ Akulah terang dunia;barangsiapa mengikuti Aku ,ia tidak akan berjalan  dalam kegelapan ,melainkan  ia mempunyai terang hidup( Yoh 8:12 )  meskipun demikian  didalam (Yoh:12:35 ) “hanya sedikit waktu lagi terang  diantara kamu .selama terang itu  ada padamu ,percayalah kepadanya supaya kegelapan jangan menguasai kamu ;barangsiapa berjalan dalam kegelapan ,ia tidak tahu kemana ia pergi.

Jadi tentu saja  janganlah Saudara Saudaraku berjalan dalam Kegelapan..sebab Kegelapan itu sesungguhnya  berasal dari Neraka dan dari Neraka itulah Iblis bersemayam.

Bumiputerawan Bumiputerawati terkasih : jadilah pembawa damai, bila terjadi kebencian siramlah dengan cinta kasih  bila  terciprat

Rassing Lili membagikan bingkisan Natal bersama Marthina

penghinaan..basuhlah dengan pengampunan, bila muncul perselisihan… reguklah dengan cepat air minum  kerukunan..bila kebimbangan berkelebat..tangkap ia dengan kepastian..dan jika..samar2 muncul  bayangan kesesatan terangi ia dengan kebenaran.pun …bergelayut datang kesedihan.. guyur ia dengan air..kegembiraan.dan bila anasir kekikiran.. membisikkan… usir dia dengan azimat kedermawanan…,jika jubah kesombongan menggoda..tepislah ia dengan kerendahan hati….dan..diwaktu waktu datang ketergesaan .. tunggangilah segera kendaraan kesabaran.. dan dalam larut hari hari dan disunyinya malam…berdoalah… dengan sungguh hati… itulah…kerendahan hati… yg sesungguhnya…!

Makan siang bersama

Akhirnya marilah   menyambut Natal yaitu menyambut kedatangan Putera Maryam Yang Suci  dengan sederhana dan tidak menyolok sebab tentu saja banyak saudara saudara kita masih berada dalam kemiskinan  dengan begitu “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenaan kepada-Nya ( Luk.2:14 )

 Selamat Natal 2011 dan Tahun Baru 2012

Rantepao , 20 Desember 2011

Samiun Achmad.SE.AAAI.J.

Kepala Cabang.-

Iklan