Tahun 2012 Premi Asuransi Jiwa tembus 103,51 Trilyun

Bisnis Indonesia – Senin  20 Mei 2013  Berdasarkan Data Otoritas Jasa Keuangan yang dipublikasikan oleh Koran Bisnis Indonesia Senin 20 Mei 2013  Asset Perusahaan Asuransi JIwa tahun 2012 mencapai 259,41 Trilyun, Pendapatan Premi 103,51 Trilyun dan Pembayaran Klaim 70,21 Trilyun. PDB Indonesia saat ini 846,83 Milyard Dollar( Wikipedia 2011)  atau dengan kata lain Perolehan premi  Asuransi Jiwa di Indonesia berkisar  IDR.427.152 /per penduduk per tahun.

Adapun Tahun 2011 adalah : Asset 228,79 Trilyun, Premi 96,47 Trilyun dan Klaim sejumlah 59,83 Trilyun .

Kenaikan Premi  dari Tahun 2011 ke 2012 sejumlah 7,04 Trilyun  atau kenaikan 6,80% menunjukkan kinerja Asuransi JIwa tidak tumbuh pesat dan  menandakan Kerja Perusahaan Asuransi perlu lebih massif lagi dalam Penetrasi Pasar.

Untuk jadi bahan perbandingan di Negara tetangga Malaysia Perolehan premi Asuransi Jiwa tahun 2012 disana sejumlah   IDR 26 448 351 989 895 dari konversi  8,2 Billion RM ( Ringgit Malaysia  – Data  LIAM – Life Insurance Accosiation  of Malaysia – 2012  dengan PDB 287,94 Milyard Dollar. ( Wikippedia – 2011)  dengan demikian Premi asuransi dari PDB adalah 1,12%  sementara Indonesia dengan PDB 846,83 Milyard Dollar maka Premi asuransi jiwa dari PDB adalah 1,26 % dengan premi rata rata per penduduk IDR.427.152/tahun. sementara di Malaysia rata rata per Penduduk IDR 954.814/tahun.

Penduduk Indonesia ( 2011 – Wikipedia ) tercatat : 242.325.638  juta Jiwa sementara Malaysia 27.700.000.- Juta jiwa. ( 2011 – Wikipedia )

Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim mengatakan, perolehan premi tersebut dikontribusikan dari bancassurance sebesar 40,4%, dan keagenan 38,3%.

“Sementara dari direct marketing/telemarketing 8,5% dan lain-lain menyumbang 12,8% terhadap total pendapatan premi industri,” kata Hendrisman Rahim, saat ditemui di kantor AAJI, Jakarta, Jumat, 3 Mei 2013.

Logo dan  Tanda 101 tahun Bumiputera !,Apakah Anda sudah mengenalnya...?!
Logo dan Tanda 101 tahun Bumiputera !,Apakah Anda sudah mengenalnya…?!

Hendrisman juga mengungkapkan, dari perolehan premi tersebut, total premi baru yang diperoleh industri tercatat sebesar Rp75,01 triliun atau naik dari tahun 2011 sebesar Rp67,40 triliun.

Dalam portofolio premi produksi baru industri pada 2012, premi produk tradisional memberikan kontribusi sekitar 25% dari total portofolio, sementara kontribusi bisnis baru dari produl unit link sebesar 48%.

“Namun, apabila dilihat dari premi lanjutan, maka unit link menyumbang 62% dari total premi lanjutan, sementara tradisional menyumbang 38%,” tambah Hendrisman.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s